Sunday, August 22, 2010

AKHLAQ KEPADA ANAK

Bismillahirrohmaanirrohiim

Anak adalah amanah dari Allah SWT untuk dibina di didik dan di tempa sampai menjadi anak yang sholeh. Sukses hidup bukan karir, harta, tapi sukses menjadikan anak amanah Allah SWT menjadi anak yang sholeh. Allah SWT dalam Al Qur’an membagi anak menjadi 4 macam. Sekarang kita melihat di mana posisi anak kita sekarang ini.

1.Qurrota a’yun: penyejuk mata, pelipur lara, penyenang hati. Al Furqon (25):74.
Qurra dalam bahasa arab bermakna: melihat saja sudah senang. Ada rasa kasih sayang antara orang tua dan anak. Untuk mencapai ini sama seperti sakinah mawaddah warahmah tidak kun fayakun tetapi perlu proses. Ciri-cirinya tertera dalam surat Al Furqon : 63.
rendah hati atau tidak sombong
cuek sama orang yang jahil
sering tahajjud
berdoa/ beribadah pada Allah SWT
menginfakkan harta dijalan Allah SWT dst.

2.Ziinatun: hiasan, perhiasan kehidupan dunia. Al Kahfi : 46
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhan mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”
Menyukai perhiasan adalah fitrah manusia. Seperti perhiasan yang suka kita gonta-ganti atau rumah yang suka kita ubah-ubah, mensikapi anak tidak cukup dengan satu sikap. Memperlakukan anak harus berbeda sesuai dengan tahapannya hingga mencapai tujuan Qurrota a’yun. Nikmati semua anak sebagai perhiasan tetapi jangan terlena. Ada orang tua yang terlena, terkesima dan larut menikmati anak sehingga karakter anak tidak terarah.

3.Fitnah. Anak menjadi fitnah atau ujian.
Sedikit menyesatkan hati orang tuanya di mulai sejak anak kecil. Contohnya: anak menghambat orang tua dari sholat tepat waktu, karena anak orang tua tidak hadir ke majlis ilmu dan sebagainya.
Bisa membuat dua orang dewasa bertengkar karena anak, dan orang tua tetap kokoh pendirian bahwa cara dia yang benar mendidik anaknya.
Anak bisa membuat suami istri tidak tegur sapa.

4.Musuh.
Anak menjadi musuh bagi kedua orang tuanya. Surat ‘Abasa (80): 34-37.
“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.”
Anak yang baik di dunia akan menjadi musuh bagi orang tuanya di akhirat.

Masing-masing akan menjadi musuh karena ada hak-hak yang tidak ditunaikan. Ada perselisihan saudara yang tidak selesai. Ada perceraian rumah tangga dan sebagainya.
Orang tua lari dari anaknya di akhirat karena takut dituntut oleh anaknya di hadapan Allah SWT karena ada haknya yang tidak ditunaikan. Suami lari dari istrinya karena takut dituntut dihadapan Allah. Sesama saudara lari dari satu sama lainnya karena di dunia bertengkar dan takut di tuntut di hadapan Allah dan seterusnya. Naudzubillahimindzalik. Sebaliknya kalau sukses menata keluarga masing-masing akan saling mencari.


Seri Rangkuman Ceramah Ustadz Muhammad Saleh Darahim Lc. M.A.
pada Pengajian Ummul Falah, Masjid Al Falah Berlin, September 2009

Saturday, August 21, 2010

HAK SUAMI ATAS ISTRI

Bismillahirraohmaanirrohiim

1). Taat selama suami tidak mengajak maksiat kepada Allah ta’aala.
  • Hadits Rasulullah SAW, “Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah ta’aala.
  • Hadits Rasulullah SAW: “Tidak ada kenikmatan yang paling besar yang Allah berikan kepada seorang laki-laki setelah taqwa selain ketaatan istri yaitu apabila engkau memintakan sesuatu ia taat
  • Surat An Nisaa : 34, “... fa in atho’nakum falaa tabghuu ’alaihinna sabiilaa.“ Artinya “...Apabila mereka sudah mentaatimu maka janganlah kamu mencari-cari alasan untuk menyusahkannya.“
  • Hadits Rasulullah SAW: “Kalau seorang suami mengajak istrinya untuk bersenang-senang di tempat tidurnya, dan istrinya menolak, maka malaikat akan melaknat istri itu sampai pagi hari.“
  • Dari Buraidah ra. Rasulullah SAW bersabda: “... wa laa yasjudu ahadun li ahadin minal khalqi, walau kuntu aamiran ahadan bidzalika la amartul mar’ata an tas juda lizau ta’dhi man lil haqqihi.“ Artinya: “... dan tidak boleh seorang sujud kepada seseorang dari makhluk dan andaikata aku akan menyuruh seorang sujud pada orang, tentu saya telah menyuruh isteri sujud pada suaminya untuk menunjukkan kebesaran hak suami.

Hatta suami tidak qowwam, maka amanah istri untuk menjadikan ia qowwam.

HAK ISTRI TERHADAP SUAMI

Bismillahirrohmaanirrohiim

1. Mu'asyarah bil ma'ruf (Bergaul dengan baik)

Istri punya hak untuk diperlakukan dengan baik, hak-hak istri yaitu:
a). Suami harus memberi makan seperti yang suami makan.
b). Suami memberi baju/pakaian, dengan kualitas yang sama seperti
yang suami pakai.
c). Mu'asya bil ma'ruf (memberikan nasehat dengan baik).
Suami punya kewajiban mengarahkan atau menasehati istri ke jalan yang diridhoi Allah ta'aala, sampai sang istri taat. Kalau istri maksiat pada Allah ta'aala (melakukan pelanggaran syariat) suami punya kewajiban pisah tidur. Pisah tidur dengan cara yang baik tanpa menjelek-jelekan, dengan niat bukan bukan untuk menusuk perasaannya, semata-mata untuk menjalankan perintah Allah ta'aala. Itu berlaku selama maksimal 3 hari, dengan tetap suami mengarahkan istri.

BERAKHLAQ KEPADA SUAMI ATAU ISTRI

Bismillahirrahmaanirrohiim 


Ada tipe-tipe suami yang kurang Qowwam, sehingga seorang istri bertanya: Kok begini suami saya? Sedang istrinya lebih cerdas dan terampil mengurus keluarga. Sedang suami hanya kerja dan kerja saja. Maka manfaatkan ini sebagai ladang amal shalih dari istri, sehingga sampai menjadikan suami sebagai qowwam. Berikut ini adalah beberapa hak yang harus diperhatikan antara suami istri:

1. Sama-sama menjaga amanah. Penting untuk dipahami oleh setiap diri bahwa seseorang menjadi suami adalah amanah dari Allah ta’aala untuk melindungi istrinya. Sebaliknya seseorang menjadi istri adalah amanah dari Allah ta’aala untuk menjaga dan mengelola rumah tangga suaminya. Dalam berumah tangga ada beberapa amanah:
*amanah saling menasehati,
kalau seorang suami belum bisa membaca Al Qur’an dengan baik maka ini adalah amanah istri untuk mengajarkan suaminya. Banyak sekali suami-suami yang kurang pandai membaca Al Qur’an dibanding istrinya. Contoh yang seperti ini akan lebih baik jika pasangan kita yang memperbaiki bacaan Al Qur’an kita, daripada malu ditegur oleh orang lain. Ada suami yang tidak terampil mengurus rumah tangga namun dia banyak menggerakkan da’wah, atau suami mengelola amanah sosial yang istri tidak mampu melakukannya, maka suami harus di dukung. Demikian juga sebaliknya, masing-masing berperan sesuai kapasitasnya.

*amanah kejujuran
*amanah keikhlasan.

Kejujuran sangat penting dalam berumah tangga. Namun seringkali suami atau istri menutup informasi tertentu dari pasangannya seperti mengenai pengelolaan keuangan. Bagaimana dengan mengirim sejumlah uang kepada orang tua atau saudara yang membutuhkan dan lain sebagainya, tanpa pemberitahuan dulu kepada suami atau istri? Apakah hal ini termasuk berbohong? Bolehkah?

BERAKHLAQ KEPADA ORANG TUA DAN MERTUA

Bismillahirrahmaanirrahiim

Pada seri yang sebelumnya, telah dibahas bahwa ciri dari Qowwam atau pelindung dalam sebuah keluarga, yang pertama adalah aqidah yang benar, sehingga seorang suami dan istri dapat merealisasikan kalimat tauhid dalam kehidupan rumah tangganya. Ciri yang kedua adalah ibadah yang benar (shohibul ibadah). Sebuah rumah tangga akan merasakan ketenangan (sakinah) kalau di dalam kehidupan rumah tangga itu terasa suasana ibadah.

3. Akhlaq yang Kokoh (Matinul Khuluq)
Akhlaq pada dasarnya adalah refleksi dari iman yang dimiliki seseorang. Namun ada juga orang yang baik imannya dan bagus ibadahnya hanya saja memiliki karakter bawaan yang kaku. Karakter bawaan ini bukan tidak bisa diubah, karena adanya syariat Islam ini untuk merubah akhlaq tersebut. Prinsipnya yaitu bukan seseorang yang minta dipahami bahwa dia memiliki perilaku tersebut, tetapi perilaku itulah yang harus disesuaikan dengan syariat. Contoh yang ada pada zaman nabi adalah sosok Umar bin Khattab yang dikenal paling keras karakternya pada masa jahiliyah, namun setelah mengenal syariat Islam karakternya berubah menjadi lembut.
Akhlaq terbagi menjadi beberapa bagian tergantung kepada siapa manusia berinteraksi.
1) akhlaq kepada Allah ta’aala yang telah menciptakannya, menciptakan langit dan bumi dan segala isinya. Pertanyaannya adalah bagaimana manusia harus berakhlaq kepada Allah? Pada bahasan sebelumnya dijelaskan bahwa seorang qowwam harus memiliki aqidah yang benar. Cara berakhlaq kepada Allah yaitu:

  • taqwa

  • iman.
Menjalankan segala perintah-perintahNya dan menjauhi segala larangan-laranganNya. Akhlaq kepada Allah ini harus diperhatikan karena Allah ta’aala ada di mana-mana dan selalu mengawasi kita.

2) akhlaq kepada sesama manusia, dalam hal ini akhlaq kepada orang tua dan mertua adalah yang utama. Selain kepada orang tua ada yang sering kita lupa bahwa kepada mertua seseorang tidak batal wudhunya, karena mereka sama yaitu orang tua kita juga. Dasar hukumnya:

PONDASI MEMBENTUK KELUARGA ISLAMI



Bismillahirrahmaanirrahiim

Pondasi membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah sangat ditentukan oleh faktor suami dan istri. Pondasi yang pertama adalah Qowwam atau pelindung sebagai syarat yang harus dimiliki oleh seorang suami dan pondasi kedua adalah Sholihah syarat yang harus dimiliki oleh seorang istri. Kedua pondasi ini akan disajikan Insya Allah secara runtun dalam buletin Qalam; Seri Rangkuman Ceramah Ustadz pada Pengajian Ummul Falah.
Qowwam sebagai pondasi keluarga yang Islami harus ada pada seorang suami. Ciri-ciri Qowwam ini terbagi menjadi 10 yaitu:
1. Aqidah yang benar,
yang dimaksud dengan aqidah yang benar ini adalah iman yang kokoh atau tauhid yang benar. Bagian dari rukun iman (arkaanul iman) yaitu Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kitab-kitab Allah, Iman kepada Rasul-rasul Allah, Iman kepada hari Kiamat dan Iman kepada takdir Allah.

Salah satu tanda dari iman yaitu diucapkan dengan lisan (“qoulun billisan”), dengan mengucapkan “laa ilaaha illallah“, yang artinya tidak ada ilah melainkan Allah. Pondasi inilah yang akan menjadi dasar dan mewarnai kehidupan keluarga selanjutnya.
Selama ini kita sudah mengenal arti “ilah” sebagai; yang di ibadahi, yang mencipta (langit dan bumi dan segala isinya), tempat berlindung, tempat meminta (rizki), tempat meminta ampunan. Sedangkan makna kata “ilah” dalam bahasa arab adalah segala sesuatu yang menguasai di dalam hati kita yang menimbulkan: rasa yang sangat berlebihan (kullun mayya’malun qolbu), seperti:


  • rasa takut (khouf) yang berlebihan,


  • rasa harap (roja) yang berlebihan,


  • rasa cinta (hubba) yang berlebihan.

Dengan pemahaman ini maka seorang istri tidak akan takut kepada suami, atau seorang suami tidak akan takut kepada istri, tetapi baik istri atau suami maka akan takut hanya kepada Allah ta’aala. Inilah yang menjadi landasan kehidupan suami istri.

Thursday, August 19, 2010

Doa Meminta Surga dan Perlindungan dari Perkataan dan Perbuatan yang Jelek

عَلَّمَهَا هَذَا اَلدُّعَاءَ: { اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ, عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ, مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ, عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ, مَا وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- أَنَّ اَلنَّبِيَّ - صلى الله عليه وسلم - عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ, اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ, اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اَلْجَنَّةَ, وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ, وَمَا قَرَّبَ مِنْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ, وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا } أَخْرَجَهُ اِبْنُ مَاجَهْ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ, وَالْحَاكِمُ . (2) .

Dari Aisyah ra, bahwasanya Nabi saw mengajarkan beliau doa ini: “Allahumma inni as’aluka minal khairi kullihi, ‘aajilihi wa aajilih, ma ‘alimtu minhu wama lam a’lam. Wa a’udzu bika minas syarri kullihi, ‘aajilihi wa aajilihi, ma ‘alimtu minhu wama lam a’lam. Allahumma inni as-aluka min khairi ma sa-alaka ‘abduka wa nabiyyuka, wa a’udzu bika min syarri ma ‘aadza bihi ‘abduka wa nabiyyuka. Allahumma inni as-alukal jannah wa qorraba iliha min qaulin au ‘amal, wa a’udzu bika minan naar, wama qorraba ilaiha min qaulin au ‘amal, wa as-aluka an taj’ala kulla qadha-in qodhaitahu li khairan.” 

(Ya Allah, sesungguhnya aku meminta semua kebaikan kepada-Mu, baik yang segera maupun yang akan datang, apa yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan, baik segera maupun yang akan datang, apa yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu kebaikan yang diminta oleh hamba-Mu dan Nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang minta dihindarkan oleh hamba-Mu dan Nabi_Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada_mu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya baik perkataan maupun perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala hal yang mendekatkan kepadanya baik kata maupun perbuatan. Dan aku memohon kepada-Mu agar keputusan yang Engkau tetapkan kepadaku semuanya adalah baik).

Sunday, July 25, 2010

Doa Khatam Al Qur'an

Doa khatam bisa berbagai macam karena tidak ada riwayat khusus yang menyatakan khatam Al Qur'an diikuti dengan doa tertentu. Sebaiknya sebelum khatam Al Qur'an dipersiapkan dahulu pada selembar kertas segala macam keperluan kita kepada Allah swt. Baik urusan pendidikan, pekerjaan, perjodohan, dan urusan-urusan dunia yang lain dan juga keperluan akhirat kita tertulis lengkap pada lembaran kertas tersebut. Dan setelah khatam Al Qur'an kita berdoa diikuti doa permohonan kita dalam tulisan tadi yang kita panjatkan dengan khusyu'.

Doa khatam Al Qur'an yang tercantum di bawah ini ialah doa khatam versi pendek. Dibaca untuk satu orang. Bila dibaca untuk banyak orang maka akhiran 'nii=aku' di ganti dengan 'naa=kami', akhiran 'lii' diganti dengan 'lanaa', akhiran 'tu' diganti dengan 'naa'.


Artinya:

" Ya Allah rahmatilah aku dengan Al Qur'an dan jadikanlah Al Qur'an itu pemimpin, petunjuk, dan rahmat. Ya Allah, ingatkanlah aku apa yang telah aku lupakan dari Al Qur'an. Ajarilah aku dari Al Qur'an apa yang belum aku ketahui. Berilah aku kemampuan untuk membacanya sepanjang malam dan siang, dan jadikanlah Al Qur'an itu hujjah bagiku (dapat menyelamatkan aku) wahai Rob semesta alam."

Contoh hajat kita kepada Allah Subhanahuwata'ala yang kita panjatkan setelah khatam Al Qur'an bisa seperti di bawah ini, namun lebih utama bila mendahului doa hajat ini dengan sholawat Nabi saw.

* Mohon ampunan untukku, ibu bapakku, suamiku, anak keturunanku.
* Mohon cinta Allah swt dan cinta manusia untukku, ibu bapakku, keluargaku dan anak-anak keturunanku
* Mohon surga firdaus untukku, ibu bapakku, suamiku, anak keturunanku
* Mohon wajah Allah swt yang indah di akhirat untukku, ibu bapakku, suamiku, anak keturunanku
* Mohon akhlaq yang baik untukku, suamiku dan anak keturunanku
* Mohon umur yang mulia untukku, ibuku, suamiku, anak keturunanku
* Mohon terlindung dari sisa umur yang hina untukku, ibuku, suamiku dan anak keturunanku
* Mohon sejahtera untukku, suamiku, ibuku, anank keturunanku
* Mohon pandai mensyukuri nikmat Allah swt untukku, suami, ibuku dan anak keturunanku
* Mohon terlindung dari fitnah agama untukku, ibuku, suamiku, dan anak keturunanku
* Mohon terlindung dari fitnah dunia untukku, ibuku, suamiku, kakak-kakaku, keturunanku
* Mohon dikuatkan dan dimudahkan niat, amal, dan ikhlash untuk sekolah Islamku
* Mohon diluaskan rejeki, usaha yang mendukung sekolah Islamku
* Mohon diluaskan segala usaha yang diniatkan untuk mensyukuri nikmatMu ya Allah swt.
* Mohon dimudahkan berhaji dan umroh
* Mohon diampuni ibu-ibu pengajianku dan murid-muridku
* Mohon dimudahkan urusan-urusan suamiku
* Mohon dilunakkan hati orang-orang disekitar suamiku supaya sayang padanya
* Mohon diridhoi oleh Allah setiap langkah-langkahnya
* Mohon dipanjangkan tangannya (lebih mudah bersedekah)
* Mohon dilembutkan hatinya untukku
* Mohon kemudahan dari Allah swt untuk membaca Al Qur'an dan melaksanakan amalan-amalannya
* Mohon diberi keturunan yang sholeh sholehah, cerdas, sejuk dipandang mata dan berdisiplin kepada Mu ya Allah swt
* Mohon diarahkan dan dibimbing hanya kepada takdir yang baik-baik di dunia dan diakhirat Amiin Ya Robbal'alaamiin.
* Mohon kemenangan umat Islam diseluruh penjuru Timur dan Barat
* Ya Allah swt, jadikan hamba sebagai seseorang yang ditakdirkan memenuhi kriteriaMu untuk mencapai doa-doa ini. Amiin Ya Robbal'alamiin.
Dengan tetes air mata penghambaan dan pengharap ampunan.

Lebih utama bila diakhiri dengan sholawat Nabi saw.

Semoga bermanfaat!!


Posted by Picasa

Sunday, July 18, 2010

Never Forget Srebrenica


Setiap tahun di musim panas selalu ditemukan ribuan kuburan-kuburan baru yang tidak diketahui identitasnya dari peristiwa pembantaian muslim di Bosnia 15 tahun yang lalu. Berita itu saya baca beberapa hari lalu di Berliner Morgenpost yang sering dikirim ke wohnung kami. 


UN mengadakan acara khusus di depan Brandenburger Tor untuk memperingati peristiwa ini. Ketika begitu banyak lalu lalang orang untuk mempersiapkan diri menonton final piala dunia sepak bola, justru di depan Brandenburger Tor ini begitu banyak sepatu terpasang di pelatarannya. Sepatu-sepatu ini melambangkan orang-orang muslim yang hilang dan menjadi korban pembantaian masal tersebut. Sore harinya, usai peringatan itu, sepatu-sepatu ini dimasukkan dalam puluhan kantong siap untuk diangkut kembali.


Seingat saya dulu sewaktu kelas 3 SMA pada tahun 1993 di sekolah kami pernah diputarkan film yang menggambarkan peristiwa tragedi di Bosnia. Memang pada saat itulah terjadi massacre muslim Bosnia Herzegovina dan sekitarnya. Mungkin pada masa sekarang ini, pemuda-pemuda muslim dari negara lain tidak begitu mengetahui tragedi ini, apalagi pada saat peritiwa itu terjadi kemungkinan mereka baru duduk di sekolah dasar atau sekolah menengah pertama.


Salah satu kawan di kursus bahasa berasal dari Kosovo Albania. Ia adalah salah satu yang terhindar dari peristiwa tersebut. Pada saat ia hendak dibawa paksa oleh tentara Serbia dari rumahnya, saat itu adalah saat hari pernikahannya. Lazimnya di Kosovo, pengantin perempuan akan diberi hadiah berupa emas dari pihak keluarga perempuan sedangkan pengantin laki-laki akan diberi hadiah berupa uang dari pihak keluarga laki-laki. Keluarganya menyerahkan kepada tentara semua emas yang mereka kumpulkan sebagai tebusan agar ia tidak dibawa pergi oleh tentara Serbia pada waktu itu.


Mudah-mudahan tragedi kemanusiaan seperti itu tidak terjadi lagi di manapun. (Minggu, 11 Juli 2010)

Friday, July 9, 2010

Puji-pujian kepada Allah SWT dan Sholawat kepada Nabi SAW.



Sholawat ini merupakan potongan satu hadist riwayat Tirmidzi, Hakim.
Posted by Picasa

Wednesday, July 7, 2010

DOA JIKA SULIT MENGHAFAL ALQUR'AN JUGA PELAJARAN

Hadits Rasulullah riwayat Tirmidzi, Hakim

Ibnu Abbas r.a. berkata: "Saya pernah bersama Rasulullah saw., lalu Ali r.a. mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, "Ya Rasulullah, saya korbankan ibu dan ayah saya atasmu. Saya mencoba menghafal Al Qur'an tetapi selalu lupa dan menghilang dari ingatan saya." Beliau bersabda, "Akan aku ajarkan kepadamu satu cara yang akan bermanfaat kepadamu dan apa yang kamu adukan, dan apa saja yang kamu pelajari akan terpelihara dalam ingatanmu."

Terhadap permintaan Ali itu, selanjutnya Nabi saw. bersabda, "Jika malam Jum'at tiba, hendaklah kamu bangun pada akhir malam. Karena itu adalah waktu yang sangat baik. Pada saat itu malaikat turun, dan pada saat itu doa-doa dikabulkan secara khusus oleh Allah. Itulah waktu yang ditunggu-tunggu oleh Nabi Ya'kub a.s.. Ia berkata kepada anak-anaknya, "Sebentar lagi akan aku mintakan ampunan bagi kalian dari Tuhanku (yaitu pada malam Jum'at)." Jika kamu sulit bangun pada waktu itu, maka bangunlah pada pertengahan malam, dan sholatlah empat rakaat dengan aturan demikian: setelah membaca Al Fatihah, bacalah surat Yaa Siin. Di rakaat kedua setelah membaca Al Fatihah bacalah surat Ad Dukhaan, dan di rakaat ketiga setelah membaca Al Fatihah, bacalah surat Alif Lam Mim Sajdah. Di rakaat keempat setelah membaca Al Fatihah bacalah surat Al Mulk. Setelah membaca At Tahiyat, perbanyaklah memuji Allah lalu bershalawat dan bersalamlah kepadaku. Juga kirimkan shalawat kepada para Nabi dan seluruh kaum mukminin, dan kepada saudara-saudara seiman yang sudah tidak ada lagi, bacakan istighfar untuk mereka.
 


Bacaan Sholawat bisa dilihat di artikel Puji-pujian kepada Allah Subhanahuwata'ala dan Sholawat kepada Nabi saw.

Setelah itu bacalah doa ini:


Artinya:


Ya Allah, kasihanilah aku dengan meninggalkan maksiat selama Engkau mengekalkan aku dan kasihanilah aku dari menanggung sesuatu yang tidak berguna bagiku. Berilah aku rezeki berupa pandangan yang baik pada sesuatu di mana Engkau ridha kepadaku. Ya Allah, pencipta langit dan bumi, yang memiliki keagungan, kemuliaan, dan kejayaan yang tidak dapat dibayangkan. Aku memohon kepada Engkau, ya Allah, Dzat Yang Maha Pengasih, dengan keagunganMu dan cahaya WajahMu, semoga Engkau menetapkan dalam hatiku hafalan terhadap kitabMu, sebagaimana Engkau telah mengajarkan kepadaku. Berilah aku rezeki untuk membacanya sesuai yang Engkau sukai, ya Allah pencipta langit dan bumi yang mempunyai keagungan, kemuliaan, dan kejayaan yang tidak terbayangkan. Aku memohon kepada Engkau ya Allah, wahai Dzat yang Maha Pengasih, dengan keagunganMu dan cahaya wajahMu, agar dengan kitabmu Engkau menyinari pandanganku dengannya. Engkau fasihkan lidahku dengannya. Engkau bukakan hatiku. Dan dengannya, Engkau lapangkan dadaku, serta dengannya pula Engkau bersihkan badanku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat menolongku kepada kebenaran kecuali Engkau. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.“

Kemudian Nabi saw. Bersabda, „Wahai Ali, kerjakanlah ini selama tiga Jum'at, lima Jum'at, atau tujuh Jum'at. Insya Allah doamu akan dikabulkan Allah. Aku bersumpah dengan namaNya yang menjadikan aku Nabi, bahwa doa setiap mukmin tidak akan dibiarkan tanpa dikabulkan.“ Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa setelah lima atau tujuh Jum'at kemudian, Ali r.a. datang kepada Rasulullah saw. Dan berkata, „Ya Rasulullah, dahulu saya menghafal kurang dari empat ayat tetapi tidak dapat lama dalam ingatan saya. Sekarang saya dapat menghafal empat puluh ayat dan saya mengingatnya dengan mudah, seolah-olah Al Qur'an dibukakan di depan saya. Dahulu jika saya mendengar hadits dibacakan, lalu saya mencoba mengulanginya, namun sangat sulit bagi saya. Tetapi sekarang, jika saya mendengar hadits-hadits, lalu saya meriwayatkannya kepada orang lain, maka saya mampu melakukannya tanpa tertinggal satu huruf pun.“

Sumber: Himpunan Fadhilah Amal, Maulana Muhammadh Zakariyya Al Khandahlawi Rah.a. Penerjemah: Ust. A.Abdurrahman Ahmad, Ust.Ali Mahfudzi, Ust. Harun Ar Rasyid, Penerbit Ash Shaff, Yogyakarta. Jl.Timoho 124, Yogyakarta, 55221 Telp: (0274) 548144


Wednesday, June 30, 2010

Di Luar

Mas suka main Badminton. Suatu hari ada yang bertanya, "Pak!... kenapa nggak main tenis meja?" Mas menjawab, "Karena mainnya harus di luar lapangan!"... Yang bertanya, "He3x...". Mba senyum-senyum deh. Kebayang nggak sih kalau main tenis meja pemainnya harus di "dalam" lapangannya?... weleh-weleh.

Play Maker

Mas dan Mba sedang ngebahas Mesut Özil, pemain tengah DFB Mannschaft di WM 2010 Afsel yang sedang bersinar.

Mas mulai bicara..." Semua bintang bola muslim pegang posisi penting di lapangan," katanya dengan berbinar-binar bangga... Mba bertanya menyemangati komentar Mas tadi..."Penting bagaimana?"...Mas dengan bangganya terus menyambung, " Semuanya pemain tengah, semuanya play maker."

Mas terus menyambung, "... Zidane, Ribery, Özil,...." mas kemudian melambatkan kalimatnya sambil melirik-lirik Mba yang sedang setengah sibuk dengan pekerjaannya, namun terus menyambung," ... Henri..." katanya makin melambat sambil senyum-senyum.

Sepertinya Mba salah dengar... setahu Mba, Thiery Henri bukan orang Islam. Mba menghentikan pekerjaannya, dan menoleh pada Mas.... Wakakakak.....

Friday, May 21, 2010

Manfaat Meninggalkan Debat Tidak Berguna

“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan
debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah
rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam
keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga
bagi orang yang membaguskan akhlaknya.”

(HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh
al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

Friday, May 14, 2010

Ayran

Sore ini ditraktir kawan makan di Lebanon. Pesan Menu Eins alias Kubideh. Setelah semua hidangan ludes. Masih ada tawaran minum Ayran. Sejenis minuman arab yang bahan utamanya adalah yoghurt dari susu kambing yang ditambah natrium alias sedikit garam sehingga kaya protein dan mineral.

Awalnya karena sudah kenyang rasanya tak mampu lagi minum Ayran. Tapi untuk berterima kasih kepada yang mentraktir jadilah kami pesan Ayran.

Nah perlu semangat khan supaya Ayran itu bisa habis bareng-bareng. Sengaja kami pesannya cuma 4 gelas padahal yang hadir lebih kurang 10 orang. Perlu motivasi deh!.

"Ayo siapa yang minum Ayran bisa langsung ngomong bahasa Arab!!" Seru Mba. Hah!! Ibu-ibu dan bapak-bapak di sana bengong dengan seruan Mba.

Karena sudah dibagikan di gelasnya mereka siap-siap untuk minum Ayran, termasuk Mba yang sebetulnya pernah agak kapok minum susu kambing itu....

"Minumnya ditabur lada!, Supaya rasanya lebih enak," anjur seorang Bapak penggemar Ayran.

Glek-glek-glek, akhirnya habis juga Ayran itu. "Alhamdulillah!!" Seru Mba keras-keras setelah menghabiskan jatahnya. "Nah khan bisa langsung ngomong bahasa Arab!!" kata Mba semangat.

Mendengar itu kontan saja Ibu-ibu dan Bapak-bapak langsung riuh rendah tertawa dan juga sambil ngomong bahasa Arab itu. Ha...ha...ha... Benar-benar jitu memang Ayran bisa membuat peminumnya langsung bisa ngomong bahasa Arab!.


DOA SAAT STRES HATI DAN STRES FIKIRAN

Pernahkah terasa jikalau hati terasa tidak karu-karuan dan fikiran terasa berat? Entah karena masalah hidup, ujian, atau hubungan sosial yang segalanya membuat suasana jiwa jadi tidak jelas. Kalau jawabannya "ya atau pernah" mungkin perlu merenungkan doa ini yang bisa dipanjatkan saat stres atau dalam tekanan yang berat.
Mudah-mudahan Allah Subhanahuwata'ala memberikan kelapangan atas semua permasalahan itu dan tidak perlu cemas lagi karena doa adalah senjatanya orang beriman. Ayo sucikan badan dan mulailah berdoa.


Supaya tidak bertambah stres karena menghafal doanya, cukup di print saja doa di bawah ini atau dicatat di selembar kertas kemudian ditempelkan di depan tempat sholat atau di letakkan di tempat sujud jadi lebih mudah saat akan dibaca. Jikalau masih terasa sulit juga maka bacalah arti bahasa Indonesianya dengan sungguh-sungguh.

Doa Saat Stres Hati dan Stres Fikiran

"Allohumma innaa 'abiiduka banuu 'abiidika banuu imaa-ika nawa shiinaa biyadiKa maadhin fiinaa hukmuka 'adlun fiinaa qadhaa-uka nas-alukallahumma bikullismin huwa laKa sammayta bihii nafsaka aw anzaltahu fii kitaabika aw 'allamtahuu ahadan min khalqiKa awista´tsarta bihi fii 'ilmil ghaibi 'indaka an taj'alal qur aana rabii'a quluubinaa wa nuuro shuduurinaa wa jalaa-a ahzaaninaa wa dzahaba humuuminaa"

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya kami adalah hamba-hamba-Mu, putra-putra hamba-mu yang laki-laki dan perempuan, ubun-ubun kami di Tangan Mu (kami berada dalam kekuasaan-Mu), hukum -Mu berlaku atas kami. Kami mohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu yang Engkau berikan kepada diri-Mu atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu. Atau yang telah Engkau ajarkan kepada salah seorang ciptaan-Mu atau yang Engkau ketahui dalam ilmu yang ghaib yang ada di sisi-mu. Kami mohon kepada-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an sebagai penyubur hati kami, cahaya dada kami dan pembasmi gundah gulana kami." (HR. Ahmad)


Selamat mengamalkan dan selamat kembali kepada jiwa yang tenang dan berbahagia. Amiin. Insya Allah.