PILIHLAH CINTA YANG MEMBAWA SAMPAI KE SURGA
Wajahnya tampak serius menampakkan kecamuk perang di pikirannya. Adiva merenung. Kalimat-kalimat itu begitu tajam mengiris-iris hati. Memang benar! Apa yang disampaikannya tidak ada yang salah. Selama ini, memang ia merasa yang telah salah karena telah membiarkannya begitu saja seperti alir yang mengalir.
"Anak-anak seumur itu tidak usah banyak diatur untuk masalah ini, biar saja mereka yang menentukan jikalau mereka dewasa, saat mereka sudah bisa berpikir secara matang," begitu argumen mereka. "Sekarang biarkan saja mereka bermain dulu, itu dunianya sekarang, dunia bermain, mereka masih terlalu kecil untuk memahami segala sesuatunya, masih belum sampai cara berfikir seperti ini untuk mereka," begitu alasan mereka dulu. Dan itulah juga yang dahulu ia yakini karena dulu ia sangat percaya kepada suami, keluarga dari suaminya dan kawan-kawannya. Tetapi ternyata itu tidak seutuhnya benar.
***
Di pengajian Selasa itu, pikiran Adiva terus mengulang-ulang apa yang ia dengar. Mungkin gambaran kegelisahan hatinya yang selama ini yang ia tutupi. Surat Abasa ayat 34-36, itulah yang terngiang-ngiang ditelinganya. Kalimat tajam itu mendesak-desak jantung hati Adiva. Ia menghela nafas panjang.
Friday, April 30, 2010
Wednesday, April 28, 2010
SAMPAH
DOSA ITU SEPERTI SAMPAH
"Mama, dosa itu seperti apa sih?" tanya Yulia. "Kamu mau tahu dosa itu seperti apa? Sini mama tunjukkan!" Jawab mama. Mama mengajak Yulia ke tong sampah. Ia melihat mama membuang selembar kertas usang yang sudah diremas-remas.
"Mama, dosa itu seperti apa sih?" tanya Yulia. "Kamu mau tahu dosa itu seperti apa? Sini mama tunjukkan!" Jawab mama. Mama mengajak Yulia ke tong sampah. Ia melihat mama membuang selembar kertas usang yang sudah diremas-remas.
"Dosa itu seperti sampah!" kata mama. Yulia heran. "Kok sampah?!" seru Yulia bertanya. Mama menoleh kepada Yulia. "Coba kamu perhatikan. Setiap kali irgendwann (kapan saja), irgendwo (di mana saja), kita selalu meninggalkan sesuatu sebagai kotoran, sengaja atau tidak sengaja," kata Mama melanjutkan. "Contohnya kertas itu, dan banyak lagi sampah-sampah lainnya," lanjut mama. Gadis yang baru masuk remaja itu mendengarkan serius kalimat-kalimat mamanya. "Kotoran-kotoran berupa sampah itu, akan menggunung bila tidak dibuang," kata Mama sambil terus memasukkan berbagai sampah ke tong. "Gunungannya sampah akan merusak keindahan, dan bila terlalu lama dibiarkan akan menyebarkan bau dan membuat penyakit," mama terus melanjutkan.
"Begitu juga dengan dosa," kata Mama memandang Yulia. "Terjadinya sedikit-sedikit tetapi terus menerus," mama berkata pelan. "Di mana saja dan kapan saja kita bisa membuat dosa sengaja atau tidak sengaja, misalnya kepada orang-orang di sekitar kita," lanjut mama. "Bila tidak kamu perhatikan maka akan semakin banyak dosa-dosa itu," kata mama lagi. Yulia diam memandang mama. Sekali-kali matanya beralih ke tumpukan sampah.
"Bila tidak dibersihkan, dosa-dosa akan bertambah berat, menggunung dan berbau seperti sampah," Mama terus berkata sambil mencontohkan memencet hidungnya. "Bagaimana dosa berbau mama?" Tanya Yulia. "Baunya tidak bisa dicium dengan hidung, tetapi kamu bisa rasakan bahwa orang-orang tidak mau mendekat karena dampaknya," kata mama.
Friday, April 23, 2010
DOA MENDAPAT JODOH DAN KETURUNAN
"Mengapa jodoh saya belum datang-datang juga?" tanya si bujang dan si gadis. "Oh, mungkin adinda belum serius memohon dan berdoa?" jawab mak dan aba. "Cobalah bersihkan dirimu, bersihkan pakaianmu, dan bersihkan makanan dan minumanmu dan mulailah berdoa!" lanjut mereka. "Berwudhulah, berharaplah dengan adab dan santun, mulailah dengan makan dan minum yang halal, sampaikan salam kepada Rasulullah SAW dan doa baktimu kepada kedua orang tuamu. Dan jikalau sudah mendapatkan hajatmu, jangan engkau putuskan doanya, teruslah membacanya!"
Simaklah doanya:
Surat Al Anbiya (21):89, "Robbi laa tadzarni farda wa anta khoirul waaritsiin. "Ya Tuhanku janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." Bisa berdoa untuk mendapat suami atau istri dan keturunan sekaligus. Insya Allah.
"Robbana hablana min azwaajinaa wa dzurriatinaa Qurrota 'a'yun waj'alnaalilmuttaqiina imaama." artinya" Wahai Tuhanku, anugrahkan kepadaku pasangan (suami/istri) dan keturunanku (hingga anak, cicit dst) yang sejuk dipandang mata dan menjadi pemimpinnya orang-orang yang berdisiplin kepadaMu." Amiin ya Robbal'alamiin. Insya Allah dimudahkan segala urusan.
Thursday, April 22, 2010
HALALKAN
Sekitar jam 09:00 pagi, seorang ibu menelepon. "Nanti Datin mau datang!" katanya memberi tahu. "Baik, terima kasih infonya," sambutku.
Lantas teringat tiap-tiap malam Ramadhan dalam tiga tahun terakhir. Datin Hazizah dan suaminya yaitu Dubes Malaysia hampir selalu datang ke masjid Al Falah IWKZ e.V. untuk sholat tarawih bersama dan juga ikut mendengarkan ceramah hingga selesai. Pak Dubes Malaysia menurut ceritanya masih berdarah keturunan Indonesia. Mereka tidak datang ke masjid Indonesia Al Falah jika sedang ada undangan atau jika sedang mengundang orang. Selebihnya selalu berusaha datang sholat berjamaah malam hari di masjid selama bulan Ramadhan.
Setiap hari raya kami semua di undang untuk berkunjung ke rumah Duta dengan suasana merakyat. Datuk biasanya langsung menyambut tamu satu persatu. Menyapa dan menjelaskan mengenai suasana rumah dan makanan yang disajikan.
Bapak-bapak yang paling sering mendapat undangan dari Datuk. Mulai dari makan-makan, pengajian sampai juga menikmati kolam renang di lantai bawah rumah Duta. Byuuuuurr!!!
Lantas teringat tiap-tiap malam Ramadhan dalam tiga tahun terakhir. Datin Hazizah dan suaminya yaitu Dubes Malaysia hampir selalu datang ke masjid Al Falah IWKZ e.V. untuk sholat tarawih bersama dan juga ikut mendengarkan ceramah hingga selesai. Pak Dubes Malaysia menurut ceritanya masih berdarah keturunan Indonesia. Mereka tidak datang ke masjid Indonesia Al Falah jika sedang ada undangan atau jika sedang mengundang orang. Selebihnya selalu berusaha datang sholat berjamaah malam hari di masjid selama bulan Ramadhan.
Setiap hari raya kami semua di undang untuk berkunjung ke rumah Duta dengan suasana merakyat. Datuk biasanya langsung menyambut tamu satu persatu. Menyapa dan menjelaskan mengenai suasana rumah dan makanan yang disajikan.
Bapak-bapak yang paling sering mendapat undangan dari Datuk. Mulai dari makan-makan, pengajian sampai juga menikmati kolam renang di lantai bawah rumah Duta. Byuuuuurr!!!
DOA SELALU ISTIQOMAH DI JALAN YANG BAIK
Allohumma inna nas-alukats tsabaata fil amri wal 'aziimata 'alarrusdi. Wa nas-aluka qalban saliiman wa lisaanan shaadiqan. Wa nas-aluka min khairi maa ta'lamu wa na'udzu bika min syarri maa ta'lamu wa nastaghfiruka limaa ta'lamu. Innaka anta 'allamul ghuyuubi. Ya muqollibal quluubi tsabit quluubanaa 'alaa diiniika. Ya musharrifal quluubi sharrif quluubanaa 'alaa thaa'atika.
Artinya:
"Ya Allah, Kami mohon kepada-Mu teguh dalam segala urusan dan ketetapan hati di atas petunjuk. Kami mohon kepada-Mu hati yang bersih dan lidah yang jujur. Kami mohon kepada-Mu kebajikan yang Engkau ketahui. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau ketahui dan kami mohon ampun kepada-Mu terhadap apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah, Engkau yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu. Ya Allah, Engkau yang mengubah-ubah hati, ubahlah hati kami atas ketaatan kepada-Mu." (HR. Muslim.)
Artinya:
"Ya Allah, Kami mohon kepada-Mu teguh dalam segala urusan dan ketetapan hati di atas petunjuk. Kami mohon kepada-Mu hati yang bersih dan lidah yang jujur. Kami mohon kepada-Mu kebajikan yang Engkau ketahui. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau ketahui dan kami mohon ampun kepada-Mu terhadap apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah, Engkau yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu. Ya Allah, Engkau yang mengubah-ubah hati, ubahlah hati kami atas ketaatan kepada-Mu." (HR. Muslim.)
KISI
"Minggu ini kita jadi anggotanya Husein!" Mas senyum-senyum. "Ha3x... sudah daftar belum?" sambut Mba tertawa-tawa. Husein pendiri KISI di Berlin. Komunitas Indonesia Suka India.
Pendaftaran tidak resminya, ya nonton film India! Ha3x.
Mulai dari "3 Idiots". Film yang menurut infonya Husein memang benar ada sekolahnya, dan benar juga ada mahasiswa yang menamatkan hidupnya di sana karena sistem pendidikan yang terlalu "keras", bukan menamatkan pendidikannya. Film bagus, saya suka.
Film kedua "Slumdog Millionaire". Kisahnya membuat saya sedih, berlatar belakang muslim India yang tersingkirkan. Film bagus, saya baru tahu ada film India seperti ini.
Film ketiga "My Name is Khan". Lama sekali durasi filmnya. Film bagus. Kisahnya mengenai seorang penderita autis, muslim India, yang pasti mewakili muslim keseluruhannya yang tinggal di Amerika sebelum dan sesudah kasus WTC. Pesannya jelas, "My name is Khan. I am not a terorist."
Pesannya Mas lebih jelas lagi, "My name is Hendri 'khan'," dengan nada datar...Mba mulai senyum-senyum menunggu kalimat candanya. "I am a tourist," katanya. Wkkawkkawk...
Yang pasti Mas dan Mba menontonnya gratisan dan tidak ada sub titelnya. Artinya, semua bahasa India, kecuali film yang terakhir, memang banyak bahasa Inggrisnya karena setting filmnya di Amerika.
Pendaftaran tidak resminya, ya nonton film India! Ha3x.
Mulai dari "3 Idiots". Film yang menurut infonya Husein memang benar ada sekolahnya, dan benar juga ada mahasiswa yang menamatkan hidupnya di sana karena sistem pendidikan yang terlalu "keras", bukan menamatkan pendidikannya. Film bagus, saya suka.
Film kedua "Slumdog Millionaire". Kisahnya membuat saya sedih, berlatar belakang muslim India yang tersingkirkan. Film bagus, saya baru tahu ada film India seperti ini.
Film ketiga "My Name is Khan". Lama sekali durasi filmnya. Film bagus. Kisahnya mengenai seorang penderita autis, muslim India, yang pasti mewakili muslim keseluruhannya yang tinggal di Amerika sebelum dan sesudah kasus WTC. Pesannya jelas, "My name is Khan. I am not a terorist."
Pesannya Mas lebih jelas lagi, "My name is Hendri 'khan'," dengan nada datar...Mba mulai senyum-senyum menunggu kalimat candanya. "I am a tourist," katanya. Wkkawkkawk...
Yang pasti Mas dan Mba menontonnya gratisan dan tidak ada sub titelnya. Artinya, semua bahasa India, kecuali film yang terakhir, memang banyak bahasa Inggrisnya karena setting filmnya di Amerika.
Wednesday, April 21, 2010
SETIA
PERJALANAN SETIA
"Bagaimana? Bisa tidak, datang?" tanya Mba Helwah, ia contact personku. Aku mengenalnya dari kawan yang tinggal di Wina, Austria. Demikian juga ia mengenalku. "Minggu ke tiga April kan?" tanya ku. "Iya," katanya. "Insya Allah, doakan saja saya sehat," kataku. "Sepertinya saya akan bawa rombongan. Kawan-kawan di sini mungkin mau ikut," sambungku.
***
"Siapa yang mau ikut ke Hamburg?" tanyaku. "Hah! Kita mau jalan-jalan ke Hamburg? Kapan?" tanya Kak Nena semangat. "Minggu ketiga" jawabku. "Kita bisa naik WET (Schoenes Wochenende Ticket), harganya 37 euro untuk 5 orang," lanjutku. Mereka bereaksi seru dan ramai. Sebagian bersemangat dan langsung membicarakan rencana mereka di Hamburg. "Kalau mau jalan-jalan silahkan saja, nanti ibu-ibu bisa jalan-jalan sedangkan saya, minta maaf, nggak ikut jalan-jalannya, saya ada undangan," uraiku lanjut. "Wah nggak enak dong! Kita kan maunya jalan-jalan sama kamu juga," seru Kak Nena.
Dari kalimatnya, mudah-mudahan tidak membuat aku ge er, aku bisa menangkap bahwa, ibu yang satu itu cukup sayang padaku. Hingga tidak mau aku hilang atau tidak ada dalam keceriaan di antara mereka. "Hahaha... jangan-jangan aku ge er..." senyum-senyum aku geli dalam hati.
"Bagaimana? Bisa tidak, datang?" tanya Mba Helwah, ia contact personku. Aku mengenalnya dari kawan yang tinggal di Wina, Austria. Demikian juga ia mengenalku. "Minggu ke tiga April kan?" tanya ku. "Iya," katanya. "Insya Allah, doakan saja saya sehat," kataku. "Sepertinya saya akan bawa rombongan. Kawan-kawan di sini mungkin mau ikut," sambungku.
***
"Siapa yang mau ikut ke Hamburg?" tanyaku. "Hah! Kita mau jalan-jalan ke Hamburg? Kapan?" tanya Kak Nena semangat. "Minggu ketiga" jawabku. "Kita bisa naik WET (Schoenes Wochenende Ticket), harganya 37 euro untuk 5 orang," lanjutku. Mereka bereaksi seru dan ramai. Sebagian bersemangat dan langsung membicarakan rencana mereka di Hamburg. "Kalau mau jalan-jalan silahkan saja, nanti ibu-ibu bisa jalan-jalan sedangkan saya, minta maaf, nggak ikut jalan-jalannya, saya ada undangan," uraiku lanjut. "Wah nggak enak dong! Kita kan maunya jalan-jalan sama kamu juga," seru Kak Nena.
Dari kalimatnya, mudah-mudahan tidak membuat aku ge er, aku bisa menangkap bahwa, ibu yang satu itu cukup sayang padaku. Hingga tidak mau aku hilang atau tidak ada dalam keceriaan di antara mereka. "Hahaha... jangan-jangan aku ge er..." senyum-senyum aku geli dalam hati.
Saturday, March 27, 2010
Buku Pengelolaan Aman Limbah Pelayanan Kesehatan
Bagi yang membutuhkan, buku ini dapat diunduh disini.
Sayangnya, tidak semua isinya dapat diperoleh gratis, karena ada copy right.
Sayangnya, tidak semua isinya dapat diperoleh gratis, karena ada copy right.
Buku Mutu Pelayanan Kesehatan: Perspektif Internasional
Hasil karya terjemahan lainnya yang juga sudah terbit.
Bisa dilihat di sini.
Detail Buku
Judul : MUTU Pelayanan Kesehatan : Perspektif Internasional = Health Care Quality : An International Perspective
Call Number : 362.1 MUT.m
Pengarang : - A.F. AL-ASSAFFAUZIAH - Munaya FAUZIAH
Penerbit : Jakarta : EGC , 2009
Kolasi : x , 254p; 24cm
ISBN : 9789794489765
Subyek : HEALTH SERVICE - HEALTH PLANNING
No. Register Lokasi Status Transaksi Buku
TG-0111849 : PERPUSTAKAAN TENGGILIS Lantai 2/ 2ndFloor Hitam - Tersedia
TG-0013905 : PERPUSTAKAAN TENGGILIS Lantai 3/ 3rdFloor Merah - Tersedia
Untuk yang memerlukan buku ini, bisa mendapatkannya dengan cara on line, hanya 98 halaman dari 261 seluruh halaman bisa diunduh dari sini.
Bisa dilihat di sini.
Detail Buku
Judul : MUTU Pelayanan Kesehatan : Perspektif Internasional = Health Care Quality : An International Perspective
Call Number : 362.1 MUT.m
Pengarang : - A.F. AL-ASSAFFAUZIAH - Munaya FAUZIAH
Penerbit : Jakarta : EGC , 2009
Kolasi : x , 254p; 24cm
ISBN : 9789794489765
Subyek : HEALTH SERVICE - HEALTH PLANNING
No. Register Lokasi Status Transaksi Buku
TG-0111849 : PERPUSTAKAAN TENGGILIS Lantai 2/ 2ndFloor Hitam - Tersedia
TG-0013905 : PERPUSTAKAAN TENGGILIS Lantai 3/ 3rdFloor Merah - Tersedia
Untuk yang memerlukan buku ini, bisa mendapatkannya dengan cara on line, hanya 98 halaman dari 261 seluruh halaman bisa diunduh dari sini.
Buku Mengenai Bencana Alam
Buku terjemahan saya mengenai Bencana Alam juga sudah beredar. Subhanallah.Bisa lihat di sini.
R E S E N S I B U K U
perpustakaan | pencarian
Bencana Alam: Perlindungan Kesehatan Masyarakat
Judul : Bencana Alam: Perlindungan Kesehatan Masyarakat
Judul Asli : Natural Disaster: protecting the public’s health
Penyusun : Pan American Health Organization
Penerjemah : Munaya Fauziah
Penerbit : Jakarta– EGC
ISBN : 979-448-778-3
Bencana alam merupakan situasi yang gawat. Kehidupan sehari-hari mendadak terganggu sehingga manusia menjadi tidak berdaya dan menderita karenanya. Resiko kematian, resiko cedera, resiko penularan penyakit, kehilangan tempat tinggal, kekurangan bahan makanan dan minimnya layanan kesehatan dasar saat bencana cukup tinggi. Melihat dampak bencana yang ada, bencana merupakan prioritas kesehatan masyarakat. Sistem kesehatan masyarakat memainkan peranan yang penting.
Buku ini dibuat berdasarkan pengalaman Amerika Latin dan Karibia. Terdiri dari empat belas bab dan empat lampiran yang menjelaskan pengaruh umum bencana terhadap kesehatan. Di awal buku dibahas masalah-masalah kesehatan terkait bencana. Bab 2 berisi struktur manajemen bencana kesehatan, kegiatan sektor kesehatan dalam penurunan dampak bencana bekerjasama dengan sektor lainnya. Bab 3 membahas rencana sektor kesehatan, cara koordinasi, dan program teknis khusus dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Bab 4 membahas upaya mitigasi (minimasi) bencana untuk mengurangi derajat kerentanan fasilitas kesehatan terhadap bencana dan mengurangi besarnya dampak bencana. Bab 5 berisi tanggapan terhadap bencana berikut koordinasinya dan evaluasi terhadap kebutuhan kesehatan. Bab 6-11 berisi tanggung jawab sektor kesehatan saat terjadi bencana, Bab 12-13 tentang persediaan bantuan kemanusiaan dan Bab 14 pembentukan kembali program kesehatan normal.
Materi buku ini cocok bagi petugas kesehatan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan policy maker sektor kesehatan. Petugas kesehatan diajak memahami pemberian layanan darurat saat terjadi bencana. Lembaga swadaya masyarakat diharapkan menjadi partner mengendalikan dampak bencana. Policy maker diharapkan mampu membuat kebijakan pencegahan dan pengelolaan bencana.
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta yang baru-baru ini mengalami bencana dianjurkan membaca. Khususnya topik manajemen kesehatan lingkungan. Prioritas upaya kesehatan lingkungan pascabencana dilakukan dengan cara: (1) memastikan bahwa terdapat kecukupan jumlah air minum yang aman; kecukupan fasilitas sanitasi dasar; pembuangan ekskreta, limbah cair, dan limbah padat. (2) melaksanakan upaya pengendalian vektor penyakit dan mempromosikan higiene personal.
Manajemen bencana kesehatan sebaiknya ditempatkan pada jajaran tinggi departemen kesehatan. Program ini menjadi tanggung jawab di tingkat nasional atau pusat, di tingkat provinsi atau regional, departemen epidemiologi maupun departemen kesehatan lingkungan, rumah sakit maupun pusat pelayanan kesehatan lainnya, institusi jaminan sosial, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Oleh: Adhi Nilasari
R E S E N S I B U K U
perpustakaan | pencarian
Bencana Alam: Perlindungan Kesehatan Masyarakat
Judul : Bencana Alam: Perlindungan Kesehatan Masyarakat
Judul Asli : Natural Disaster: protecting the public’s health
Penyusun : Pan American Health Organization
Penerjemah : Munaya Fauziah
Penerbit : Jakarta– EGC
ISBN : 979-448-778-3
Bencana alam merupakan situasi yang gawat. Kehidupan sehari-hari mendadak terganggu sehingga manusia menjadi tidak berdaya dan menderita karenanya. Resiko kematian, resiko cedera, resiko penularan penyakit, kehilangan tempat tinggal, kekurangan bahan makanan dan minimnya layanan kesehatan dasar saat bencana cukup tinggi. Melihat dampak bencana yang ada, bencana merupakan prioritas kesehatan masyarakat. Sistem kesehatan masyarakat memainkan peranan yang penting.
Buku ini dibuat berdasarkan pengalaman Amerika Latin dan Karibia. Terdiri dari empat belas bab dan empat lampiran yang menjelaskan pengaruh umum bencana terhadap kesehatan. Di awal buku dibahas masalah-masalah kesehatan terkait bencana. Bab 2 berisi struktur manajemen bencana kesehatan, kegiatan sektor kesehatan dalam penurunan dampak bencana bekerjasama dengan sektor lainnya. Bab 3 membahas rencana sektor kesehatan, cara koordinasi, dan program teknis khusus dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Bab 4 membahas upaya mitigasi (minimasi) bencana untuk mengurangi derajat kerentanan fasilitas kesehatan terhadap bencana dan mengurangi besarnya dampak bencana. Bab 5 berisi tanggapan terhadap bencana berikut koordinasinya dan evaluasi terhadap kebutuhan kesehatan. Bab 6-11 berisi tanggung jawab sektor kesehatan saat terjadi bencana, Bab 12-13 tentang persediaan bantuan kemanusiaan dan Bab 14 pembentukan kembali program kesehatan normal.
Materi buku ini cocok bagi petugas kesehatan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan policy maker sektor kesehatan. Petugas kesehatan diajak memahami pemberian layanan darurat saat terjadi bencana. Lembaga swadaya masyarakat diharapkan menjadi partner mengendalikan dampak bencana. Policy maker diharapkan mampu membuat kebijakan pencegahan dan pengelolaan bencana.
Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta yang baru-baru ini mengalami bencana dianjurkan membaca. Khususnya topik manajemen kesehatan lingkungan. Prioritas upaya kesehatan lingkungan pascabencana dilakukan dengan cara: (1) memastikan bahwa terdapat kecukupan jumlah air minum yang aman; kecukupan fasilitas sanitasi dasar; pembuangan ekskreta, limbah cair, dan limbah padat. (2) melaksanakan upaya pengendalian vektor penyakit dan mempromosikan higiene personal.
Manajemen bencana kesehatan sebaiknya ditempatkan pada jajaran tinggi departemen kesehatan. Program ini menjadi tanggung jawab di tingkat nasional atau pusat, di tingkat provinsi atau regional, departemen epidemiologi maupun departemen kesehatan lingkungan, rumah sakit maupun pusat pelayanan kesehatan lainnya, institusi jaminan sosial, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Oleh: Adhi Nilasari
Bersanding dengan Nama Professor Senior
Sedang lihat nama sendiri di internet, ternyata beberapa hasil karya terjemahan yang dulu, sekarang sudah banyak yang diterbitkan bahkan menjadi buku-buku rujukan dan tertera di perpustakaan berbagai Universitas di Indonesia sejajar dengan nama-nama professor senior saya dulu. Subhanallah. Buku-buku itu menjadi rujukan bahan kuliah untuk mahasiswa. Meskipun belum menulis atas nama sendiri, tetapi mudah-mudahan bisa menjadi amal yang bermanfaat buat orang banyak. Bisa dilihat di sini.
614.4
Tim Timmreck, Thomas C.
e Epidemiologi : suatu pengantar / Thomas C. Timmreck; alih
bahasa, Munaya Fauziah ... [et.al].-- ed.2. -- Jakarta : EGC,
2005
xvi, 480 hal.: 27 cm
[5 Eks]
614.4
Tim Timmreck, Thomas C.
e Epidemiologi : suatu pengantar / Thomas C. Timmreck; alih
bahasa, Munaya Fauziah ... [et.al].-- ed.2. -- Jakarta : EGC,
2005
xvi, 480 hal.: 27 cm
[5 Eks]
Sunday, March 21, 2010
DOA MENGHADAPI FITNAH DAJJAL
Bismillahirrohmanirrohiim. Sesuai dengan permintaan dari teman-teman dan adik-adikku yang manis yang mungkin belum hafal doa ini, juga untuk saudara-saudara sesama muslim dan alangkah baiknya jika kita semua menghafal doa ini. Tidak semua pelajaran sholat di sekolah mengajarkan doa ini, oleh karena itu setelah dewasa kita sendiri yang harus mempelajarinya dan mengamalkannya.
"Allohumma inni a'uudzubika min 'adzaabi jahannam wamin 'adzaabilqobri wamin fitnatil mahya wal mamaati wamin syarri fitnatil massihiddajjal."
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari adzab jahannam, dan dari adzab kubur dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian, dan dari kejahatan fitnah dajjal."
Dasar haditsnya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu ia berkata: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bila kalian membaca tasyahud terakhir maka hendaknya berlindung kepada Allah ta’aala dari empat perkara, "Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari (1) azab jahannam dan (2) azab kubur dan (3) fitnah kehidupan serta kematian dan dari (4) jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim 923)
Doa ini dibaca pada saat sholat setelah tahiyat akhir sebelum salam. Hati-hati, saya perlu ingatkan bahwa semua bacaan diluar bacaan sholat tidak boleh diucapkan lewat lisan pada saat sholat, karena sholatnya bisa batal. Kalau ingin membaca doa ucapkan dalam hati. Khusus doa untuk menghadapi fitnah dajjal ini diperbolehkan membacanya dengan lisan, doa-doa yang lain tetap tidak boleh dengan lisan ya!... :) Fitnah disini berarti ujian.
Selamat menghafal dan mengamalkan yang cuma satu setengah baris itu. Selamat menjadi bagian orang-orang yang beruntung yaitu yang selamat dari saringan keimanan sampai detik akhir menutup usia. Sedangkan orang yang gagal yaitu yang keluar dari keimanannya kepada Allah Subhanahuwata'ala. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diselamatkan Allah Subhanahuwata'ala dari fitnah dajjal. Amiin. Insya Allah.
"Allohumma inni a'uudzubika min 'adzaabi jahannam wamin 'adzaabilqobri wamin fitnatil mahya wal mamaati wamin syarri fitnatil massihiddajjal."
Artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari adzab jahannam, dan dari adzab kubur dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian, dan dari kejahatan fitnah dajjal."
Dasar haditsnya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu ia berkata: Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Bila kalian membaca tasyahud terakhir maka hendaknya berlindung kepada Allah ta’aala dari empat perkara, "Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari (1) azab jahannam dan (2) azab kubur dan (3) fitnah kehidupan serta kematian dan dari (4) jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal" (HR Muslim 923)
Doa ini dibaca pada saat sholat setelah tahiyat akhir sebelum salam. Hati-hati, saya perlu ingatkan bahwa semua bacaan diluar bacaan sholat tidak boleh diucapkan lewat lisan pada saat sholat, karena sholatnya bisa batal. Kalau ingin membaca doa ucapkan dalam hati. Khusus doa untuk menghadapi fitnah dajjal ini diperbolehkan membacanya dengan lisan, doa-doa yang lain tetap tidak boleh dengan lisan ya!... :) Fitnah disini berarti ujian.
Selamat menghafal dan mengamalkan yang cuma satu setengah baris itu. Selamat menjadi bagian orang-orang yang beruntung yaitu yang selamat dari saringan keimanan sampai detik akhir menutup usia. Sedangkan orang yang gagal yaitu yang keluar dari keimanannya kepada Allah Subhanahuwata'ala. Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diselamatkan Allah Subhanahuwata'ala dari fitnah dajjal. Amiin. Insya Allah.
Monday, March 15, 2010
nggak kelihatan aja
"Lihat yang nonton sepi" kata Mas. Sambil menunjuk kursi-kursi di stadion. "Siaran Budes Liga, tumben sepi penonton, biasanya banyak," kata Mba ikut mengomentari siaran TV itu. "Yang nonton sih banyak..." Jawab Mas. "Loh! stadion kelihatan sepi kok!" sambut Mba. "...cuma nggak kelihatan ajaa...." kata Mas sambil senyum dikulum. Mba memandang Mas, "wkkwkkwkk..."
Wednesday, March 10, 2010
Ach Tifis
Mba bertanya kepada mas; "Kenapa kok anggota DPR yang datang ke Berlin badannya gemuk-gemuk?" Mas menjawab,"Lebih enak jadi aktivis!" Mba bertanya, "Kalo aktivis lebih langsing ya karena banyak kegiatan!"....Mas meluruskan maksudnya, "Ach tifis!"... Mba memandang dan wkkwkkwkk...
Monday, March 8, 2010
ORKAN
Hannover memang terasa jauh. Anisyah bersiap sejak semalam. Aroma gulai ayam tercium wangi. Telur bulat selesai direbus. Ayam panggang cokelat berkilat. Gurken muda hijau yang rasanya manis, segar dan crunchy siap dikunyah. Semua bahan logistik sudah siap.
Menjelang jam 02.00, mata Anisyah yang masih segar mengamati jam persegi panjang di atas meja. Ia mengambil wudhu dan sholat tahajud dua rakaat-dua rakaat salam sampai sejumlah delapan rakaat dan menambahkan tiga rakaat witir. Allah Subhanahuwata'ala cinta witir. Anisyah berharap Allah cinta padanya oleh karena itulah ia mengerjakan witir.
Selesai sholat Anisyah mengepak semua kelezatan tadi dalam kotak kemasan. Dimasukkan rapi ke dalam plastik. Ia berjaga, khawatir kemasan mengendur terguncang-guncang selama perjalanan nanti. Mendarat manis plastik bungkusan itu di dalam tas hitamnya. Ia punya waktu satu jam untuk mengistirahatkan penat matanya sebelum bangun kembali dan bersiap berangkat.
Jam 4:30, ia kembali bangun dan segera bersiap berangkat. Setidaknya jam 6 ia sudah harus ada di Hauptbahnhoft (Hbf) Berlin karena kereta berangkat sepuluh menit kemudian. Perlu waktu tiga puluh menit untuk jalan kaki yang cukup jauh hingga sampai di halte Turmstrasse. Bus menuju Hbf sepagi ini hanya ada di stasiun-stasiun tertentu.
Di putar gagang pintu Haupt Tür (pintu gerbang) di Gebeüde (Gedung) tempat ia tinggal. Brrr... Alhamdulillah...tidak ada angin kencang di pagi yang gelap ini. Hanya dingin menusuk tulang yang menyambut. Beruntung. Agak lama juga bus itu datang, mungkin ingin memberi jeda setelah berjalan jauh sebelumnya, dan membiarkan Anisyah menunggu untuk menikmati dinginnya pagi. Tetapi ia tidak sendiri ada sekitar lima orang asing lagi yang juga bersamanya menanti bus di halte itu.
Sunday, March 7, 2010
Doa agar kehidupan selalu baik
Allohumma ashlih lanaa diinanaladzii huwa ishmatu amrinaa wa ashlih lanaa dunyanallatii fiihaa ma'asyunaa wa ashlihlanaa aakhiratanaallatii ilaihaa ma'aadunaa waj'alil hayaata ziyaa datan lanaa fii kulli khairin waj'alil mauta rahaatan lanaa min kulli syarin.
Ya, Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan penjaga urusanku. Perbaikilah duniaku yang merupakan tempat hidupku. Perbaikilah akhiratku yang merupakan tempat kembaliku. Dan jadikanlah hidup ini tambahan bagiku dalam setiap kebaikan. Serta jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari setiap kejahatan. (HR. Muslim)
Subscribe to:
Posts (Atom)